pertemuan ke 12

Assalamu Alaikum Wr.wb

Pada pertemuan kali ini saya akan memberikan resuman tentang

Kebutuhan Manusia terhadap Rasul حَاجَةُ اْلإِنْسَانِ إِلَى الرَّسُوْلِ

  • Manusia kemudian berkembang dan menyebar ke berbagai tempat
  • Mereka bersuku-suku dan berkabilah-kabilah
  • Mereka hidup tanpa petunjuk, sehingga menyimpang dari kebenaran
  • Allah SWT mengutus RasulNya untuk mengembalikan mereka ke jalan kebenaran
  • Rasul yang diutus biasanya berasal dari kaum mereka sendiri
  • Awal kali manusia belum tahu apapun tentang agama Islam dan mereka belum tahu apapun dan semua yang ada didunia ini diciptakan oleh seorang dewa ataupun dewi maka daripada itu banyak orang yang dahulu menyembah patung dewa-dan dewi. Bahkan mereka menganggap bahwa semua yang ada didunia ada yang memegang sendiri-diri contoh: langit ada tuhannya sendiri,matahari ad sendiri dll. Pada akhirnya Allah mengirimkan Para Rosul untuk memberikan petunjuk kepada mereka. Guna petunjuk rosul antara lain: Untuk mengatasi dan menyelesaikan berbagai kekacauan itu, maka Allah mengirim para rasul untuk memberikan petunjuk kepada umat manusia dan Petunjuk itu berupa WAHYU yang Allah turunkan kepada para nabi dan rasul, di antaranya berupa shuhuf (87:18-19) dan kitab-kitab (2:2) Dengan petunjuk itulah manusia dikenal oleh para rasul tentang Pencipta satu-satunya alam semesta ini, yaitu ALLAH SWT
  • 6:102
  • Rabb kalian adalah ALLAH (ذَلِكُمُ اللَّهُ رَبُّكُمْ)
  • Tidak ada ilah kecuali Dia (لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ)
  • Pencipta segala sesuatu (خَالِقُ كُلِّ شَيْءٍ)
  • Sembahlah Dia (فَاعْبُدُوهُ)
  • Dia adalah Pemelihara segala sesuatu (وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ وَكِيلٌ)
  • Para rasul juga memberi petunjuk tentang aturan-aturan yang seharusnya menjadi pedoman hidup mereka, bukan aturan-aturan yang dibuat mereka. Pedomana hidup itu seharusnya mampu mengarahkan manusia pada jalan yang lurus (shiratul mustaqim) bukan jalan yang menyimpang dan sesat Pedoman hidup itu adalah ISLAM (6:153). inilah yang mesti diikuti dan jangan mengikuti pedoman yang lain karena akan menyimpangkan dari jalur yang benar. Para rasul tidak sekedar menjelaskan pedoman hidup secara teoritis saja, tetapi mereka menerapkan secara langsung dalam kehidupan mereka. Berkat petunjuk Rasul, manusia mengenal Allah SWT dengan benar dan mengikuti pedoman hidup yang sejati

Itu tadi resuman dari saya semoga bisa bermanfaat untuk anda (may it be useful for you).

Wassalamu Alaikum wr.wb

Iklan

resuman agama pertemuan ke 11

Assalamu Alaikum Wr.wb

Pada pertemuan kali ini saya akan memberikan resuman tentang

Hasil-hasil Mengikuti Rasul SAW نَتَائِجُ اِتِّبَاعُ الرَّسُوْلِ

Mengikuti Rasul (اَلاِتِّبَاعُ)

  • Bila kita meyakini Rasul SAW (iman) maka mestilah mengikuti Rasul SAW
  • Percaya tapi tidak mau ikut à masih ragu-ragu
  • Kalau kadang ikut, kadang bolos?
  • Berarti masih ada keraguan di hatinya, belum percaya penuh
  • 3:31 cinta Allah dibuktikan dengan ikut Rasulullah
  • 2:102 orang yang sesat ikut setan

Bila siapa yang mengikuti ajaran Rosululloh SAW, maka Allah akan memberikan syafa’atnya kepada kita didunia ataupun di akhirat. Adapun syafa’atnya antara lain:

KEBAIKAN DI DUNIA

  1. Cinta dari Allah (مَحَبَّةُ اللهِ)
  • Cinta dari Allah à cinta tanpa pamrih karena berasal dari Dzat yang tidak perlu apapun dari makhlukNya
  1. Rahmat dari Allah (رَحْمَةُ اللهِ)
  • 3:132 taat Allah dan Rasul à RAHMAT
  • Ayat ini didahului oleh ayat riba (3:130-131)
  1. Hidayah dari Allah (هِدَايَةُ اللهِ)
  • Siapa ikut Rasul tidak akan tersesat karena beliau SAW telah melaluinya dari A sampai Z dan selamat

تَرَكْتُ فِيكُمْ أَمْرَيْنِ لَنْ تَضِلُّوا مَا تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا كِتَابَ اللَّهِ وَسُنَّةَ نَبِيِّهِ

Telah kutinggalkan kepada kalian dua perkara yang tidak akan kalian tersesat selama berpegang teguh dengan keduanya: Kitab Allah dan Sunnah nabiNya (HR. Malik, Muslim)

  1. Kemuliaan (اَلْعِزَّةُ)
  • Harga diri, kewibawaan, dan kemuliaan kita ditentukan oleh sejauhmana ittiba’ kita kepada Rasul SAW
  1. Kemenangan (اَلْغَلَبَةُ)
  • Jaminan kemenangan itu dari Allah, bukan dari pabrik kecap
  • Harus yakin!
  1. Tentara Muhammad
  • Siapa yang ittiba’ kepada Rasul SAW pasti menang juga

KEBAIKAN DI AKHIRAT

  1. Mendapatkan Syafaat (اَلشَّفَاعَةُ)

Abu Hurairah ra menceritakan, “Kita semua berada bersama Rasulullah s.a.w., lalu dihidangkanlah untuk beliau s.a.w. sebuah hasta dan ini memang sangat menyukakannya. Beliau s.a.w. menggigitnya sekali gigitan kemudian bersabda: “Saya adalah penghulu sekalian manusia besok pada hari kiamat, apakah engkau semua mengerti, apakah sebabnya demikian itu?” Allah akan mengumpulkan seluruh manusia yang dahulu-dahulu dan yang belakangan di suatu tanah, kemudian dilihat oleh orang yang melihat dan dapat memperdengarkan kepada orang-orang itu orang yang mengundang. Matahari dekat sekali dengan mereka itu. Sekalian manusia mendapatkan kesusahan dan kesengsaraan, sehingga dirasakannya tidak kuat lagi menahannya dan tidak tahan lagi terhadap penderitaan itu. Para manusia itu lalu berkata: “Adakah engkau semua tidak mengetahui, hingga bagaimanakah keadaan yang sama-sama engkau semua alami ini? Apakah engkau semua tidak memikirkan kepada siapakah yang kiranya dapat memberikan syafaat untukmu semua kepada Tuhanmu?”

  1. Mendatangi Adam AS dan Ulul ‘Azmi
  • Manusia mendatangi Adam AS (bapak manusia), Nuh AS (rasul pertama), Ibrahim AS (khalilullah), Musa AS (kalamullah), dan Isa AS (kalimatullah), tapi semua menjawab, “Nafsii, nafsii, nafsii.” (diriku, diriku, diriku)
  1. Keceriaan Wajah (نُضَارَةُ الْوَجِهِ)
  • Pada hari kiamat umat Rasul SAW wajah dan seluruh anggota wudhunya bercahaya à perumpamaan: kuda belang putih wajah dan kakinya di antara kuda yang semua hitam
  1. Mendampingi Rasulullah
    (مُجَاوَرَةُ الرَّسُوْلِ)
  • Aisya ra berkata, “Seorang laki-laki datang kepada Nabi SAW dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, sesungguhnya engkau benar-benar lebih aku cintai dari diriku, lebih aku cintai dari pada anakku, dan sungguh saat aku berada di rumah lalu mengingatmu maka aku tidak sabar hingga melihatmu, dan apabila mengingat matiku dan matimu, aku tahu sungguh engkau apabila masuk sorga engkau ditinggikan bersama para nabi, sedang aku bila masuk sorga aku takut tidak melihatmu lagi.’ Nabi SAW tidak menjawab apa-apa, hingga Jibril menurunkan ayat 69 surat an-Nisa.”
  1. Bersahabat dengan Orang-orang Pilihan (مُصَاحَبَةُ)
  • Mereka adalah orang-orang mulia yang telah diberi nikmat oleh Allah, dan mereka hanya ada 4 golongan: para nabi, shiddiqin, syuhada, dan sholihin
  1. Keberuntungan (اَلْفَلاَحُ)
  • Siapa yang ittiba’ dengan Rasulullah SAW maka akan mendapatkan keberuntungan di akhirat

 

Itu tadi resuman dari saya semoga bisa bermanfaat untuk anda (may it be useful for you).

Wassalamu Alaikum wr.wb

 

 

 

 

 

 

 

pendidikan agama pertemuan ke 10

Assalamu Alaikum Wr. Wb

Pada kesempatan kali ini saya akan memberikan rangkuman tentang

Tugas Rasulullah SAW

Tugas Rasulullah SAW secara global ada dua, yaitu

  1. Mengemban misi dakwah
  2. Menegakkan agama Allah

Kedua tugas itu beliau tunaikan dengan sebaik-baiknya, meskipun berbagai halangan dan rintangan selalu menghadangnya

Selama sekitar 23 tahun hidup beliau adalah hidup on-mission, bukan hidup santai

  1. MENGEMBAN MISI DAKWAH
    (حَمْلُ رِسَالَةِ الدَّعْوَةِ)
  • Ini merupakan tugas umum beliau SAW sebagai Rasul
  • 5:67 perintah untuk menyampaikan risalah
    • Allah SWT menjamin perlindungan saat mengemban misi ini
  • 33:39 para rasul yang sebelumnya juga menyampaikan risalah Allah, mereka takut kepada-Nya dan mereka tiada merasa takut kepada seorang (pun) selain kepada Allah
  1. Mengenalkan PENCIPTA (مَعْرِفَةُ الْخَالِقِ)

Ayat yang pertama kali turun (96:1) berisi tentang RABBMU YANG MENCIPTAKAN (رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ)

Ciptaan pertama yang dikenalkan adalah MANUSIA itu sendiri, yang Allah ciptakan dari segumpal darah (عَلَقٍ) atau ZIGOT

Berbagai fakta-fakta penciptaan dijelaskan oleh Rasulullah SAW untuk mengukuhkan keberadaan AL-KHALIQ, Allah SWT (6:102)

  1. Tatacara Ibadah (كَيْفِيَّةُ الْعِبَادَةِ)

Karena manusia itu makhluk Allah, maka mesti beribadah kepadaNya dengan ibadah yang benar

Rasulullah SAW menuntun tatacara beribadah kepada Allah baik melalui lisan (sunnah qauliyah) maupun perbuatan (sunnah fi’liyah)

Berbagai praktek ibadah yang salah dikoreksi oleh Rasulullah

  1. Thawaf jahiliyah dilakukan dengan telanjang dan disertai dengan tepuk tangan serta bersiul (8:35)
  2. Pulang haji masuk rumah melalui pintu belakang dianggap sebagai kebajikan (2:189)
  1. Ibadah Mahdhah atau Khusus

Ibadah mahdhah biasanya perintahnya global, sehingga perlu penjelasan

SHALAT: صَلَّوْا كَمَا صَلَّيْنَا (shalatlah seperti kami shalat – HR. Bukhari); صَلُّوا كَمَا رَأَيْتُمُونِى أُصَلِّى (shalatlah sebagaimana kamu melihat aku shalat – HR. Baihaqi)

ZAKAT: mal, pertanian dan fitrah

PUASA: صُومُوا لِرُؤْيَتِهِ وَأَفْطِرُوا لِرُؤْيَتِهِ (berpuasalah karena melihat bulan dan berbukalah karena melihat bulan – HR. Bukhari)

HAJI: خُذُوا عَنِّى مَنَاسِكَكُمْ (ambillah dariku manasik hajimu – HR. Baihaqi)

  1. Pedomana Hidup (مِنْهَاجُ الْحَيَاةِ)

Rasulullah SAW juga mengenalkan Islam sebagai pedoman hidup manusia (2:185). Selama ini manusia pada zaman jahiliyah hidup dengan berpedoman tahayul dan khurafat. Contoh: bepergian berpedoman dengan thiyarah (merasa sial kalau burung terbang ke arah yang tidak diinginkan). Para dukun pada saat itu mendapat kehormatan yang tinggi, segala petuahnya menjadi pedoman

  1. Tarbiyah (اَلتَّرْبِيَّةُ)

Misi Rasulullah SAW yang lainnya adalah mentarbiyah umat (62:2) à misi yang didoakan oleh Ibrahim AS (2:129)

Tarbiyah yang dilakukan Rasul SAW:

  1. Membacakan (tilawah) ayat-ayat Allah
  2. Membersihkan jiwa (tazkiyatun-nafs)
  3. Mengajarkan (ta’lim) Al-Qur’an dan Al-Hikmah

Kemudian dilanjutkan dengan MENGARAHKAN (تَوْجِيْهٌ) mereka menuju pribadi yang agung (rabbani 3:79) dan juga memberi nasihat (نَصِيْحَةٌ) kepada mereka (6:151-153)

  1. Halaqah Rasulullah SAW

Sejak di Mekkah Rasulullah SAW sudah menyelenggarakan halaqah tarbawiyah

Halaqah = duduk melingkar untuk mendengarkan nasihat atau aktivitas lainnya

Halaqah di rumah Arqam adalah yang paling terkenal, jumlah pesertanya sekitar 40 orang

Sampai di Madinah, aktivitas halaqah ini masih dipertahankan

Perhatikan dua hadits berikut yang menceritakan tentang halaqah

  1. MENEGAKKAN AGAMA ALLAH
    (إِقَامَةُ دِيْنِ اللهِ)

Tugas kedua Rasul SAW adalah menegakkan agama Allah SWT agar dimenangkan di atas agama-agama yang lain (9:33, 48:28, 61:9) dan agama itu hanya milik Allah semata (8:39)

42:13-15 أَنْ أَقِيمُوا الدِّينَà فَلِذَلِكَ فَادْعُ

  1. Dakwah Rasul adalah untuk menegakkan agama ini
  2. Agama ini tidak akan tegak kecuali ada “penjaga”-nya, yakni NEGARA à tidak akan ada kecuali adanya masyarakat Islami à keluarga yang Islami à pribadi yang Islami
  1. Menegakkan Khilafah (إِقَامَةُ الْخِلاَفَةِ)

Kalau melihat dakwah Rasul di awal-awal seakan arahnya bukan menegakkan khilafah

  1. Konsentrasinya pada penanaman akidah sebagai asas

Tapi ketika melihat akhir dakwah Rasul, jelas sekali bahwa arah dakwah Rasul adalah tegaknya khilafah Islamiyah

Tugas ini berhasil dengan berdirinya negara Islam di Madinah

  1. Dari Takut Menuju Aman
  • Awal-awal dakwah penuh dengan ketakutan (8:26): takut diculik
  • Allah memberi perlindungan di Madinah
    • Kisah Ashhabul Kahfi mengisyaratkan perlindungan Allah kepada umat Islam yang tertindas
    • Penyelamatan Nabi Isa mengisyaratkan juga masalah hijrah (3:52-55)
  • Kembali ke Mekkah (fathu Makkah) tanpa rasa takut (48:27)
  1. Membina Kader (بِنَاءُ الرِّجَالِ)

Pilar penting dari tegaknya khilafah adalah KADER DAKWAH (rijalud-dakwah) atau aktivis. Makanya Rasul dari awal berkonsentrasi membentuk kader dakwah ini. 3:104 waltakun = hendaklah ada à belum ada dan tidak akan ada dengan sendirinya à perlu diadakan (kaderisasi). Muncullah tokoh-tokoh dakwah yang mumpuni dan handal.

Sekian dari saya semoga bermanfaat untuk anda(may it be useful for you).

Wassalamua Alaikum Wr.wb

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

materi pertemuaan 9

Assalamu Alaikum Wr. Wb

Pada kesempatan kali ini saya akan memberikan rangkuman tentang

Sifat-sifat Rasul(صِفَاتُ الرَّسُوْل

  • Karena Rasul adalah manusia istimewa yang dipilih oleh Allah sebagai utusanNya, maka tentu Rasul memiliki sifat-sifat yang unggul
  • Ini untuk mendukung keberhasilan penyampaian risalah, penunaian amanah, dan memimpin umat
  • Ini menjadi daya tarik bagi Rasul, sehingga manusia mau berhimpun di sekitarnya, bergerak bersamanya, dan dapat menggantikannya

Beberapa sifat-sifat Rosul:

  1. SIFAT MANUSIAWI (اَلْبَشَرِيَّةُ)

Rasul yang diutus untuk manusia adalah manusia juga, bukan malaikat (18:110)

Oleh karena itu, Rasulullah SAW juga memperlakukan para sahabat secara manusiawi, bahkan kepada binatang dan tumbuhan pun memperlakukannya dengan sangat baik

Beberapa sisi manusiawinya Rasul:

  1. Terhadap Sahabat-Sahabatnya
  2. Terhadap Istri-istrinya
  3. Terhadap Putra-putrinya
  4. Terhadap Musuhnya
  5. Terhadap hewan
  1. TERPELIHARA DARI KESALAHAN (اَلْعِصْمَةُ)

Biasanya disebut dengan MA’SHUM

Bukan berarti tidak pernah salah, tetapi kalau salah langsung diluruskan (ditegur) oleh Allah SWT

5:67 وَاللَّهُ يَعْصِمُكَ مِنَ النَّاسِ à turun setelah dua tahun di Madinah. Pada awal berada di Madinah teror musyrikin Makkah memang dirasakan sekali oleh beliau, sehingga setiap malam ada yang menjaga beliau. Saat ayat ini turun, maka sahabat yang menjaga malam itu disuruh pulang karena sudah ada jaminan keselamatan dari Allah

80:1 teguran tentang “cara dakwah Rasul” yang lebih mementingkan ketokohan, bukan pada orang yang siap meneriman perubahan (قَابِلُ التَّغْيِيْرِ)

66:1 à lihat catatan kaki Qur’an terjemah Depag RI

  1. BENAR (اَلصِّدْقُ)

Apa yang disampaikan selalu benar, bukan dustaTak pernah sekalipun beliau berdusta, bahkan ketika bergurau 39:33

  1. وَالَّذِي جَاءَ بِالصِّدْقِ àRASUL SAW
  2. وَصَدَّقَ بِهِ à para sahabat

Ketika di bukit Shafa beliau bertanya, “Apa pendapat kalian jika kukabarkan bahwa di lembah ini ada pasukan kuda yang mengepung kalian, apakah kalian percaya kepadaku?”

“Benar,” jawab mereka, “kami tidak pernha mempunyai pengalaman bersama engkau kecuali kejujuran.”

  1. CERDAS (اَلْفَطَانَةُ)

Setiap Rasul mesti cerdas, karena tantangan kaum atau umatnya yang bermacam-macam

2:258 Ibrahim AS mampu mematahkan argumentasi Namrud dengan telak sampai dia tak mampu berbicara sepatah kata pun

Peristiwa peletakkan hajar aswad ketika beliau berumur 35 tahun menunjukkan kecerdasan beliau yang mampu menyatukan mereka

Berdakwah di wilayah yang sangat menentangnya tentu mesti cerdas sehingga dakwah tetap berlangsung

  1. AMANAH (اَلأَمَانَةُ)
  2. Heraklius menanggapi jawaban Abu Sufyan ketika ditanya tentang apa yang diperintahkan kepada mereka, maka jawabannya bahwa sesungguhnya dia memerintahkan kalian
    1. Mendirikan shalat
    2. Jujur
    3. Memelihara diri (al-’afaf)
    4. Memenuhi janji, dan
    5. Menunaikan amanah

BEGITULAH SIFAT NABI (HR. Bukhari)

  1. MENYAMPAIKAN (اَلتَّبْلِيْغُ)

Apapun yang datang dari Allah, meskipun berkenaan dengan teguran Allah kepada diri beliau, beliau sampaikan kepada umatnya

Surat ‘Abasa adalah teguran Allah terhadap sikap beliau kepada Abdullah bin Ummi Maktum

Surat At-Tahrim menegur beliau karena mengharamkan apa Allah halalkan demi menyenangkan salah seorang istri beliau

33:37-39 menceritakan beratnya Rasul untuk segera melaksanakan perintah Allah berupa menyuruh Zaid menceraikan istrinya lalu segera dinikahi oleh beliau untuk menghapus adat Arab yang tidak membolehkan menikahi bekas istri anak angkatnya

  1. Mengajarkan ILMU

Karena begitu inginnya Nabi SAW agar umatnya selalu mendapatkan hidayah, maka tidak ada ilmu yang terlewatkan untuk diberikan kepada umatnya

Beliau SAW sendiri diperintahkan oleh Allah agar berdoa minta ditambahkan ilmu

وَقُلْ رَبِّ زِدْنِي عِلْما

dan katakanlah: “Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan.“ (20:114)

  1. KOMITMEN (اَلاِلْتِزَامُ)

Berbagai gangguan dan godaan dalam perjuangan dakwah dapat ditangani dengan baik oleh Rasulullah

17:73 menggambarkan dahsyatnya rencana atau program orang-orang kafir untuk memalingkan Rasul dari dakwahnya sehingga hampir saja Rasul berpaling sedikit kalau tidak dikokohkan Allah SWT

68:9 minimal yang mereka ingkinkan adalah sikap lunak padahal kepada orang kafir mesti tegas (5:54, 48:29) à contoh: haram mengucapkan selamat Natal

  1. Akhlak yang Agung
    (عَلَى خُلُقٍ عَظِيْمٍ)

Ketujuh sifat tersebut membuktikan bahwa Muhammad SAW memiliki akhlak yang agung

Ini bukan pengakuan beliau, tetapi pengakuan Allah SWT (68:4)

Meskipun begitu, beliau selalu tawadhu’ ketika menyebutkan para nabi yang lain:

  1. Beliau menyebut Nabi Yusuf AS dengan nabi bin nabi bin nabi
  2. Ketika menanggapi Nabi Luth AS, “Jangan kalian merasa lebih baik dari Luth AS.”
  3. Aku dibanding nabi-nabi sebelumnya seperti orang yang membangun rumah yang indah, tapi ada satu batu bata yang bolong; akulah batu bata itu
  1. Akhlaknya Al-Qur’an
    (أَخْلاَقُ الْقُرْآنِ)

Akhlak yang agung itu adalah akhlak al-Qur’an

Semua perkataan dan perbuatan beliau SAW adalah apa yang ada dalam al-Qur’an. Siti Aisyah ra ketika ditanya akhlak beliau, menjawab, كَانَ خُلُقُهُ الْقُرْآنَ (akhlaknya adalah Al-Qur’an) Ketika membina umat, maka muncullah GENERASI QUR’ANI YANG UNIK (جِيْلُ الْقُرْآنِ الْفَرِيْدِ)

  1. Teladan yang Baik
    (أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ)
  2. Wajar kalau kemudian beliau SAW ditetapkan oleh Allah SWT sebagai teladan yang baik
    1. Idolanya bukan artis, pemain bola, atau lainnya
    2. Idolanya adalah Rasulullah SAW

Semboyannya adalah “Rasul sebagai teladan kami” (اَلرَّسُوْلُ قُدْوَتُنَا)

  1. Mulailah dari yang kecil, misalnya makan dengan tangan kanan, atau apapun yang baik selalu dimulai dengan yang kanan

Sampai mengikuti jejak jihad beliau SAW

Sekian dari saya semoga bermanfaat untuk anda(may it be useful for you)…thanks

Wassalamu Alaikum Wr.Wb