Agama_pertemuan ke 5

Assalamu Aaikum Wr.wb

Pada kali ini saya akan memberikan resuman tentang pertemuaan ke 5 tentang Kandungan kata “Illah”

مَعْنَى اْلإِلَهِ.

Kata Illah

  • Terdiri atas tiga hurup: alif, laam, dan haa
  • Kalau merujuk ke kamus besar bahasa Arab maka ALIHA itu memiliki beberapa arti
    • Tenang/tentram (سَكَنَ إِلَيْهِ)
    • Memohon perlindungan (اِسْتَجَارَ بِهِ)
    • Yang dituju karena rindunya (اِشْتَاقَ إِلَيْهِ)
    • Paling dicintai/dirindukan (وُلِعَ بِهِ)
    • Mengabdi (عَبَدَهُ)
  • Ilah itu X
  • Dari keterangan arti ilah secara bahasa, maka ilah itu bisa apa saja à ilah itu X
  • X jadi ilah kalau
    • Diharapkan (اَلْمَرْغُوْبُ) karunia dan pahalanya atas segala jerih payahnya
    • Ditakuti (اَلْمَرْهُوْبُ) siksanya (intimidasi, teror, ancaman); X biasanya punya fasilitas dunia
    • Diikuti (اَلْمَتْبُوْعُ) perintah dan larangannya yang bertentangan dengan Allah (42:21 à X buat syariat lalu diikuti, X = ilah)
    • Dicintai (اَلْمَحْبُوْبُ) sama atau lebih tinggi dari pada cintanya kepada Allah
  • Kalau sudah demikian maka X jadi yang disembah/diabdi (اَلْمَعْبُوْدُ)

Allah Pemilik Otoritas (صَاحِبُ الْوِلاَيَةِ)

  • Hak memerintah dan memimpin ada di Tangan Allah, bukan yang lain
  • 7:54 أَلا لَهُ الْخَلْقُ وَالأمْرُ Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah
  • 7:196 إِنَّ وَلِيِّيَ اللَّهُ الَّذِي نَزَّلَ الْكِتَابَ وَهُوَ يَتَوَلَّى الصَّالِحِينَ Sesungguhnya pelindungku ialah Allah yang telah menurunkan Al Kitab (Al Qur’an) dan Dia melindungi orang-orang yang saleh.
  • Kalau ada manusia yang mengaku punya otoritas à merebut hak Allah = syirik

Loyalitas dan Pemutusan Hubungan (اَلْوَلاَءُ وَالْبَرَاءُ)

Susunan Unik لاإله إلاالله

  • Kalimat لاإله إلاالله memiliki susunan yang unik

لا ……. إلا ……..

  • Jadi yang dikehendaki adalah “peniadaan semuanya (ilah) dan pengokohan satu saja (Allah)
    • Tidak kenal kompromi
    • Harus dihilangkan sebersih-bersihnya

Rincian Kalimat لاإله إلاالله

  • Kalimat لاإله إلاالله terdiri atas empat kata
    • لا
    • إله
    • إلا
    • الله
  • Masing-masing memiliki fungsi

IKHLAS

  • Ikhlas tercapai manakala semua ilah lain selain Allah dihancurkan, hanya Allah saja yang dikokohkan
  • Seorang yang baik لاإله إلاالله –nya, maka pasti akan menjadi MUKHLIS
  • Ini juga berarti hanya orang ikhlas sajalah yang bisa membangun, sementara yang lainnya pasti melakukan kerusakan (2:11-12)

كَلِمَةُ اللهِ هِيَ الْعُلْيَا

Kalimat Allah adalah Yang Tertinggi

Islam vs Non-Islam

  • Islam memiliki ungkapan, pernyataan, ketetapan, dan konsepsi yang berbeda dengan Non-Islam
  • Merujuk pada materi “Al-Wala wal-Bara”, maka Islam telah membersihkan dirinya sebersih-bersihnya dari segala kotoran Non-Islam

Syahadatain vs Ideologi Jahiliyah

  • Ungkapan, pernyataan, ketetapan, dan konsepsi Islam yang bersih itu bersumber dari syahadatain
  • Sedangkan Non-Islam berasal dari pemikiran-pemikiran atau ideologi jahiliyah
    • Ideologi yang tumbuh dari tumpukan dosa-dosa
    • Padahal dosa itu menimbulkan bintik hitam (نُكْتَةٌ سَوْدَاءُ) dalam hati (83:14)
    • Apabila tidak dibersihkan dengan taubat, maka akan menutupi hati (2:7)
    • Akhirnya dosa itu ditetapkan sebagai hokum

6 Konsep Utama

Ada 6 konsep utama yang diluruskan oleh Islam

  1. Konsep ketuhanan
  2. Konsep kerasulan
  3. Konsep ibadah
  4. Konsep alam semesta
  5. Konsep manusia
  6. Konsep kehidupan
  • 6 konsep yang didasarkan pada pemikiran-pemikiran jahiliyah bisa melenceng jauh dari yang sebenarnya

Kalimat Allah vs Kalimat Orang Kafir

  • Syahadatain itu adalah Kalimat Allah (9:40), berasal dari Allah SWT
  • Sedangkan ideologi jahiliyah bersumber dari ungkapan, pernyataan, ketetapan, dan konsepsi orang-orang kafir (9:40, 74)
    • Mereka bagaikan berada di samudra yang dalam, gelap, ombak bergulung-gulung, tidak bisa melihat apapun bahkan dirinya sendiri pun tidak (24:40)

Kalimat Allah itu Tinggi

  • Kalimat Allah itulah yang tinggi, mulia (9:40)
    • Karena semua kemuliaan memang hanya milik Allah (10:65)
  • Sedangkan kalimat orang-orang kafir itu rendah, hina (9:40, 95:5 أَسْفَلَ سَافِلِينَ, 98:6 هُمْ شَرُّ الْبَرِيَّةِ)

Sekian dulu resuman saya tentang kandungan kata “Illah”… semoga bermanfaat untuk anda(may it be useful for you)

Wassalamu Alaikum Wr.Wb

 

 

Agama pertemuaan ke 4

Assalamu Alaium Wr.Wb

Pada kali ini saya akan memberikan ringkasan tentang Kandungan Kalimat Syahadat ( مَدْلُوْلُ الشَّهَادَة )

Syahadah adalah prinsip dasar yang dianut setiap mukmin. Ia merupakan kombinasi antara keyakinan dan pemahaman. Keyakinan saja yang tidak didasari oleh pemahaman masih akan dapat diguncang. Sementara pemahaman tanpa keyakinan, juga akan menyebabkan syahadah menjadi mandul dan tidak memiliki daya dorong yang kuat. Harus dipahami bahwa Syahadah yang benar mengandung unsur-unsur yang tanpanya syahadah tidak akan dapat tegak. Adapun unsur dimaksud adalah :

  1. Pernyataan ( اَلإِقْرَارُ )

Iqrar yaitu suatu pernyataan seorang muslim mengenai apa yang diyakininya. Pernyataan ini sangat kuat karena didukung oleh Allah SWT, Malaikat dan orang‑orang yang berilmu (Para nabi dan orang yang beriman). Jika saja seorang mukmin mengatakan “La Ilaaha Illallah”, maka pertama-tama adalah bahwa pernyataan itu harus diucapkan dengan segenap keyakinan dan kesadaran bahwa yang penting dari pernyataan itu adalah pembuktian. Hasil dari ikrar ini adalah kewajiban kita untuk menegakkan dan memperjuangkan apa yang diikrarkan. Oleh karena yang menjadi saksi bagi pernyataan itu adalah Allah sendiri. Allah lebih tahu bahwa Ia adalah Tuhan. Yang oleh karena itu Allah akan menuntut bukti agar hambanya yang mengucapkan pernyataan itu dapat membuktikan bahwa ia meng-Ilahkan Allah dalam setiap sisi kehidupannya. Tidak ada tempat dan waktu yang kosong dari pembuktian bahwa dirinya memang betul memperhamba dirinya kepada Allah. Allah adalah Tuhannya dalam keadaan sedih maupun senang, sendiri ataupun di tengah keramaian, diam atau bicara. Ia sadar dan yakin bahwa Allah adalah Murabbi baginya. Karena Allah adalah rabbul ‘alamin.

  1. Sumpah ( اَلْقَسَمُ )

Sumpah yaitu pernyataan kesediaan menerima akibat dan resiko apapun dalam mengamalkan syahaadah. Muslim yang menyebut asyhadu berarti siap dan bertanggungjawab dalam tegaknya Islam dan penegakan ajaran Islam.Sebenarnya kesiapan menerima resiko bermula dari keyakinan dan kepahaman mereka terhadap syahadah yang mereka ucapkan. Syahadah adalah agreement antara seorang hamba dengan Tuhannya. Dengan perjanjian itu, Alllah menjanjikan kepada mereka ridho dan syurga-Nya (Qs. 61:10). Namun untuk mendapatkan janji Allah itu mereka harus menyerahkan diri dan hartanya di jalan Allah (Qs.9:111). Penyerahan itu ditandai dengan kesiapan total untuk menjadikan Islam sebagai minhaj al-hayah (Qs. 2:208). Di titik inilah seorang mukmin harus menyadari bahwa akan selalu ada mereka yang tidak rela jika mukmin melakukan ketundukan total kepada Allah. Mereka tidak hanya tidak suka, tapi juga mengumumkan peperangan terhadap Hizb Allah ini. Sunnatullah sudah menunjukkan dimana dalam sejarah pelaku dakwah selalu saja bertemu dengan mereka yang terus menerus menyakiti para da’i fillah. Dalam 13 tahun pertama dakwah Rasulullah Saw dan para sahabat ra di Makkah, tidak ada satu haripun yang menyenangkan. Tapi betapa mencengangkan bahwa ternyata tidak ada berita yang sampai kekita bahwa ada di antara mereka yang murtad karena tidak tahan penyiksaan kaum kuffar. Ada berita Ammar ibn Yasir sempat mengucapkan kalimat kafir karena beratnya penyiksaan yang dilakukan kepada mereka. Namun itu sangat disesali olehnya, sampai akhirnya turun ayat yang memaafkan yang berlaku pada Ammar ibn Yasir itu. Satu hal yang patut ditanya adalah, “kenapa para sahabat ra demikian teguhnya memegang keyakinan mereka itu?” Tentu saja, karena mereka sadar bahwa konsekuensi dari syahadah yang mereka ucapkan adalah kebencian dan permusuhan kaum kuffar terhadap mereka. Dan itu tetap saja mereka tahankan dengan sabar dan tegar (Tsabat) oleh karena mereka tetap berharap janji Allah atas mereka.

  1. Perjanjian yang Teguh ( اَلْمِيْثَاقُ )

Mitsaq yaitu janji setia untuk mendengar dan taat dalam segala keadaan terhadap semua perintah Allah SWT yang terkandung dalam. Kitabullah maupun Sunnah Rasul. Taat dalam keadaan susah ataupun senang, suka atau tidak suka.Syahaadah adalah mitsaq yang harus diterima. dengan sikap sam’an wa thaatan sebagaimana dinyatakan dalam Q. 5:7. Dan ingatlah karunia Allah kepadamu dan perjanjianNya yang telah diikatNya dengan kamu, ketika kamu mengatakan: “Kami dengar dan kami taati”. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui isi hati(mu). Di antara ciri ketaatan adalah :

  1. Taat dalam giat atau malas, di saat susah atau senang dan mudah, baik disukai atau tidak. Ubadah ibn Tsamit mengatakan: “Rasulullah meminta kami untuk berbai’at kepadanya, maka kamipun berbai’at kepadanya untuk selalu mendengar dan mentaatinya disaat giat dan malas, susah dan mudah.” (HR. Bukhari Muslim) Q. 2:285. Rasul telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang‑orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat‑mataikat Nya, kitab‑kitab Nya dan rasulrasulNya. (Mereka mengatakan): “Kami tidak membedabedakan antara seorangpun (dengan yang lain) dari rasulrasuNya”, dan mereka mengatakan: “Kami dengar dan kami taat”. (Mereka berdoa): “Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali”.
  • · Sur’atul Istijabah (segera menyambut dan melaksanakan perintah). Tidak lamban, tidak merasa berat, tidak enggan dan ragu.
  • · Taharrid diqqah (melaksanakan perintah sesuai dengan arahan syari’ah dan bukan mengikuti pendapat dan keinginan sendiri).
  • · Tidak meninggalkan tugas tanpa izin (jika konteksnya dalam jama’ah) kecuali dalam keadaan sangat darurat. Itupun harus tetap dibarengi dengan istighfar dan menyesal karena tidak dapat mengikuti perintah.

Seorang mukmin mengetahui bahwa syahadah yang sudah diucapkannya harus dibarengi dengan kesungguhan mewujudkannya. Ia sadar bahwa Allah Swt memperhatikannya dalam segala keadaan. Oleh karenanya di saat hatinya merasa lemah (mengalami gejala futur) maka ia bersegera memohon kepada Allah Swt agar diberi ketegaran dan semangat baru dalam menjalankan ketundukannya kepada Allah. Di antara do’a hamba mukmin adalah “Rabbana la tuzi’ qulubana ba’da iz hadaitanaa wahablana min ladunka rahmah innaka antal wahhab” atau juga berdo’a seperti Rasulullah Saw “Ya muqallibal Qulub tsabbit qalbi ‘ala dinika”. Untuk dapat teguh memegang janji, maka seorang hamba mukmin dapat melakukan hal-hal berikut:

  1. Dawamuluju ilallah (senantiasa kembali kepada Allah) atau dengan kata lain, ia membangun kesadaran muraqabatullah (senantiasa dalam pengawasan dan kedekatan dengan Allah).
  1. Ma’rifatu thabi’atu thariq (mengenal karakter jalan dakwah). Dimana dalam dakwah ini sedikit orang yang mau terlibat (qillatul ‘amilin), banyak bebannya, banyak musuhnya, serta lama dan panjang (Thulu thariq). Justru disinilah para mukmin harus memperkuat istiqamah, kesabaran dan tawakkal, serta bersungguh mempersiapkan kekuatan.
  1. ‘adamu tanazu’ (menghindari konflik). Pelanggaran terhadap mitsaq ini berakibat laknat Allah SWT seperti yang pernah terjadi pada orang‑orang Yahudi sebagaimana dinyatakan dalam Q. 2:93. Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari kamu dan Kami angkat bukit (Thursina) di atasmu (seraya Kami berfirman): “Peganglah teguh‑teguh apa yang Kami berikan kepadamu dan dengarkanlah! ” Mereka menjawab: “Kami mendengarkan tetapi tidak mentaati”. Dan telah diresapkan ke dalam hati mereka itu (kecintaan menyembah) anak sapi karena kekafirannya. Katakanlah: Amat jahat perbuatan yang diperintahkan imanmu ,kepadamu jika betul kamu beriman (kepada Taurat) “.

Ketiga unsur dimaksud, al iqrar, al qasam, dan al mitsaq menjadi satu kesatuan unsur yang harus dimiliki dalam syahadah. Seseorang baru dapat disebut sebagai mukmin jika memiliki ketiga unsur tersebut di dalam keimanannya (Qs. 49:14)

Sekian itu dulu yang bisa saya berikan, semoga bermanfaat untuk anda( may it be useful for you)

Wassalamu Alaikum Wr.Wb

algoritma tugas 06.1 hari-6

Assalamu Alaikum Wr.Wb

pada pertemuan kali ini saya akan menjawab pada tugas 06..1 hari-6.

1. Apa yang tercetak bila program (penggalan program) berikut ini dijalankan.

N = 35;

X=10;

while( N <= 100 )

     { N = N + X;

       printf(“%i”, N);

       X = X + 5;

     }

2. Gambarkan flowchart untuk program (penggalan program ) diatas.

Jawab:

1. tuas ke 2 pertama tugas ke pertama 1

2. FLOWCHARTSekian dulu dari saya semoga bermanfaat untuk anda(may it be useful for you)

Wassalamu Alaikum Wr.Wb