pendidikan agama pertemuan ke 10

Assalamu Alaikum Wr. Wb

Pada kesempatan kali ini saya akan memberikan rangkuman tentang

Tugas Rasulullah SAW

Tugas Rasulullah SAW secara global ada dua, yaitu

  1. Mengemban misi dakwah
  2. Menegakkan agama Allah

Kedua tugas itu beliau tunaikan dengan sebaik-baiknya, meskipun berbagai halangan dan rintangan selalu menghadangnya

Selama sekitar 23 tahun hidup beliau adalah hidup on-mission, bukan hidup santai

  1. MENGEMBAN MISI DAKWAH
    (حَمْلُ رِسَالَةِ الدَّعْوَةِ)
  • Ini merupakan tugas umum beliau SAW sebagai Rasul
  • 5:67 perintah untuk menyampaikan risalah
    • Allah SWT menjamin perlindungan saat mengemban misi ini
  • 33:39 para rasul yang sebelumnya juga menyampaikan risalah Allah, mereka takut kepada-Nya dan mereka tiada merasa takut kepada seorang (pun) selain kepada Allah
  1. Mengenalkan PENCIPTA (مَعْرِفَةُ الْخَالِقِ)

Ayat yang pertama kali turun (96:1) berisi tentang RABBMU YANG MENCIPTAKAN (رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ)

Ciptaan pertama yang dikenalkan adalah MANUSIA itu sendiri, yang Allah ciptakan dari segumpal darah (عَلَقٍ) atau ZIGOT

Berbagai fakta-fakta penciptaan dijelaskan oleh Rasulullah SAW untuk mengukuhkan keberadaan AL-KHALIQ, Allah SWT (6:102)

  1. Tatacara Ibadah (كَيْفِيَّةُ الْعِبَادَةِ)

Karena manusia itu makhluk Allah, maka mesti beribadah kepadaNya dengan ibadah yang benar

Rasulullah SAW menuntun tatacara beribadah kepada Allah baik melalui lisan (sunnah qauliyah) maupun perbuatan (sunnah fi’liyah)

Berbagai praktek ibadah yang salah dikoreksi oleh Rasulullah

  1. Thawaf jahiliyah dilakukan dengan telanjang dan disertai dengan tepuk tangan serta bersiul (8:35)
  2. Pulang haji masuk rumah melalui pintu belakang dianggap sebagai kebajikan (2:189)
  1. Ibadah Mahdhah atau Khusus

Ibadah mahdhah biasanya perintahnya global, sehingga perlu penjelasan

SHALAT: صَلَّوْا كَمَا صَلَّيْنَا (shalatlah seperti kami shalat – HR. Bukhari); صَلُّوا كَمَا رَأَيْتُمُونِى أُصَلِّى (shalatlah sebagaimana kamu melihat aku shalat – HR. Baihaqi)

ZAKAT: mal, pertanian dan fitrah

PUASA: صُومُوا لِرُؤْيَتِهِ وَأَفْطِرُوا لِرُؤْيَتِهِ (berpuasalah karena melihat bulan dan berbukalah karena melihat bulan – HR. Bukhari)

HAJI: خُذُوا عَنِّى مَنَاسِكَكُمْ (ambillah dariku manasik hajimu – HR. Baihaqi)

  1. Pedomana Hidup (مِنْهَاجُ الْحَيَاةِ)

Rasulullah SAW juga mengenalkan Islam sebagai pedoman hidup manusia (2:185). Selama ini manusia pada zaman jahiliyah hidup dengan berpedoman tahayul dan khurafat. Contoh: bepergian berpedoman dengan thiyarah (merasa sial kalau burung terbang ke arah yang tidak diinginkan). Para dukun pada saat itu mendapat kehormatan yang tinggi, segala petuahnya menjadi pedoman

  1. Tarbiyah (اَلتَّرْبِيَّةُ)

Misi Rasulullah SAW yang lainnya adalah mentarbiyah umat (62:2) à misi yang didoakan oleh Ibrahim AS (2:129)

Tarbiyah yang dilakukan Rasul SAW:

  1. Membacakan (tilawah) ayat-ayat Allah
  2. Membersihkan jiwa (tazkiyatun-nafs)
  3. Mengajarkan (ta’lim) Al-Qur’an dan Al-Hikmah

Kemudian dilanjutkan dengan MENGARAHKAN (تَوْجِيْهٌ) mereka menuju pribadi yang agung (rabbani 3:79) dan juga memberi nasihat (نَصِيْحَةٌ) kepada mereka (6:151-153)

  1. Halaqah Rasulullah SAW

Sejak di Mekkah Rasulullah SAW sudah menyelenggarakan halaqah tarbawiyah

Halaqah = duduk melingkar untuk mendengarkan nasihat atau aktivitas lainnya

Halaqah di rumah Arqam adalah yang paling terkenal, jumlah pesertanya sekitar 40 orang

Sampai di Madinah, aktivitas halaqah ini masih dipertahankan

Perhatikan dua hadits berikut yang menceritakan tentang halaqah

  1. MENEGAKKAN AGAMA ALLAH
    (إِقَامَةُ دِيْنِ اللهِ)

Tugas kedua Rasul SAW adalah menegakkan agama Allah SWT agar dimenangkan di atas agama-agama yang lain (9:33, 48:28, 61:9) dan agama itu hanya milik Allah semata (8:39)

42:13-15 أَنْ أَقِيمُوا الدِّينَà فَلِذَلِكَ فَادْعُ

  1. Dakwah Rasul adalah untuk menegakkan agama ini
  2. Agama ini tidak akan tegak kecuali ada “penjaga”-nya, yakni NEGARA à tidak akan ada kecuali adanya masyarakat Islami à keluarga yang Islami à pribadi yang Islami
  1. Menegakkan Khilafah (إِقَامَةُ الْخِلاَفَةِ)

Kalau melihat dakwah Rasul di awal-awal seakan arahnya bukan menegakkan khilafah

  1. Konsentrasinya pada penanaman akidah sebagai asas

Tapi ketika melihat akhir dakwah Rasul, jelas sekali bahwa arah dakwah Rasul adalah tegaknya khilafah Islamiyah

Tugas ini berhasil dengan berdirinya negara Islam di Madinah

  1. Dari Takut Menuju Aman
  • Awal-awal dakwah penuh dengan ketakutan (8:26): takut diculik
  • Allah memberi perlindungan di Madinah
    • Kisah Ashhabul Kahfi mengisyaratkan perlindungan Allah kepada umat Islam yang tertindas
    • Penyelamatan Nabi Isa mengisyaratkan juga masalah hijrah (3:52-55)
  • Kembali ke Mekkah (fathu Makkah) tanpa rasa takut (48:27)
  1. Membina Kader (بِنَاءُ الرِّجَالِ)

Pilar penting dari tegaknya khilafah adalah KADER DAKWAH (rijalud-dakwah) atau aktivis. Makanya Rasul dari awal berkonsentrasi membentuk kader dakwah ini. 3:104 waltakun = hendaklah ada à belum ada dan tidak akan ada dengan sendirinya à perlu diadakan (kaderisasi). Muncullah tokoh-tokoh dakwah yang mumpuni dan handal.

Sekian dari saya semoga bermanfaat untuk anda(may it be useful for you).

Wassalamua Alaikum Wr.wb

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s